Guci di sudut Kota
Singkawang
Oleh: Iwan Pranoto, S.Pd
Singkawang merupakan kota wisata yang terdapat di Kalimantan
Barat. Tempat ini merupakan daerah dimana
mayoritas penduduknya ialah masyarakat etnis tionghoa, mereka memiliki
seni budaya yang sangat kental dengan tradisi, namun seiring berjalannya waktu
kebudayaan tersebut mulai terkikis oleh perkembangan jaman, salah satu
kebudayaan yang masih ada saat ini adalah guci, kerajinan ini merupakan
kerajinan yang telah dibuat masyarakat Cina Singkawang sejak Tahun 1933- saat
ini meskipun jumlah perajin semakin sedikit yang beroperasi, dikarenakan
menurunnya permintaan konsumen di pasar.
Kerajinan guci Cina Singkawang ini memiliki ukuran besar,
motif tradisional Cina seperti naga, motif delapan dewa, delapan surat dewa,
cemara bangau, bunga jampa, bunga mawar, motif ini merupakan motif yang banyak
diproduksi oleh perajin Cina Singkawang. Motif hias pada guci ini memiliki
pilosofi tersendiri, yang dianggap mampu membawa berkat terhadap kehidupan
manusia bagi yang memiliki guci ini, dikarenakan masyarakat Ci na tradisional
mempercayaai makna-makna sebuah symbol kehidupan dimuka Bumi ini.
Bagi kamu yang senang berwisata di Kota Singkawang kamu dapat
berkunjung di sentral Keramik, karena masih banyak hal yang bias menjadi
pembelajaran dan pengetahuan tentang sebuah kerajinan guci di kota ini. Banyak
hal yang unik dapat kamu temui mulai dari proses pembuatan guci yang serba
manual seperti pengolahan kayu bakar, bahan baku keramik, pembentukan
menggunakan meja putar, penyambungan guci ukuran besar, pembuatan
dekorasi/motif, proses pewarnaan menggunakan glasir, pembakaran menggunakan
tungku naga, dan proses pembongkaran keramik.
Dunia seni khususnya keramik Singkawang, kerajinan ini
memiliki kualitas tanah liat kaolin yang baik, perajin keramik mengambil tanah
liat dari daerah Capkala Bengkayang, proses pengambilan bahan baku mengunakan
peralatan manual dan kemudian dibawa ke Singkawang untuk diolah menjadi
kerajinan keramik berupa guci, vas bunga mangkuk, piring.
Berbicara masalah guci tidak akan pernah ada habisnya, karena
guci Cina Singkawang ini diproduksi hampir sepenuhnnya manual mulai dari proses
pengolahan pengeringan bahan bakar yang menggunakan bantuan sinar Matahari,
potongan kayu besar tersebut dibelah menggunakan kapak, disisi lain lain
keunikan pada proses pembentukan yang menggunakan meja putar, kemudian proses
penyambungan sehingga guci tersebut menjadi besar sesuai dengan cirri khas guci
tradisional Cina, selesai pembentukan guci tersebut kemudian dihias menggunakan
teknik menempel, cetak dan ukir pada
bagian badan guci, setelah itu proses pewarnaan yang menggunakan glasir
dengan teknik siram pada badan guci, kemudian guci yang sudah diglasir kemudian
dikeringkan, setelah kerig kemudian guci-guci tersebut siap untuk di bakar
menggunakan tungku naga, hingga selesai dan siap dipasarkan ke konsumen.
Proses pemasaran kerajinan keramik (guci, vas, piring,
mangkuk dll) dapat datang secara langsung ke tempat produksi atau ke showroom
kerajinan di Singkawang. Guci Singkawang banyak diminati oleh para kolektor
dalam Negeri dan Luar Negeri. Kerajinan ini memiliki keunikan dan ciri khas
Tempayan Cina yang terdapat pada Koleksi Adam Malik, selain memiliki nilai
tradisional yang tinggi guci ini dapat difungsikan sebagai interior ruangan,
ritual/adat, dan keperluan rumah tangga.
Saat ini kerajinan guci didaerah ini semakin berkuarang
jumlahnya dari ke-6 tempat produksi hanya tinggal 1 perusahaan keramik yang
masih aktif damam proses pembuatan guci yaitu perusahaan Borneo Lentera Prima
yang dipimpin oleh Bong Lie Phin, menurut pandangan masyarakat secara umum hal
ini terjadi karena kurangnya pengembangan dari beberapa pihak pendukung
khususnya didalam bidang, desain, produksi/teknologi keramik modern dan minat
pasar yang semakin lama semakin menurun. Kerajinan guci Singkawang semakin
terkikis dengan adanya prusahaan keramik dari luar yang telah berkembang
khususnya kualitas keramik dan bentuk keramik, sesuai dengan perkembangan
jaman.
Sebagai bangsa Indonesia, kerajinan keramik di Singkawang
merupakan sebuah bentuk warisan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakt
Kalimantan Barat, mari kita bersama-sama belajar untuk mengerti dan peduli akan
semua ini karena dengan adanya bentuk peninggalan kebudayaan ini yang masih
dipegang teguh oleh bangsa kita, menumbuhkan sikap kepemilikin terhadap
kebudayaan sendiri merupakan sebuah tujuan hidup kita untuk mengerti akan makna
sebuah kehidupan yang telah ada sebelumnya. Kita berharap melalui berbagai
kalangan dan golongan masyarakat luas dapat mengerti dan menumbuhkan rasa
kepemilikan terhadap kerajinan guci Cina Singkawang, melalui berbagai macam
cara apakah dengan cara berkunjung secara lansung atau melalui kalangan dunia
pendidikan dan informasi secara umum tentang wisata keramik Singkawang. Kota
ini terasa tidak lengkap bagi siapa saja yang berkunjung jika tidak jalan-jalan
ke senteral keramik yang memiliki keunikan dan nilai tradisi Cina, lebih asik
loh jika ke Singkawang dengan adanya keramik pasti lebih lengkap.
datang secara langsung ke tempat produksi atau ke showroom
kerajinan di Singkawang. Guci Singkawang banyak diminati oleh para kolektor
dalam Negeri dan Luar Negeri. Kerajinan ini memiliki keunikan dan ciri khas
Tempayan Cina yang terdapat pada Koleksi Adam Malik, selain memiliki nilai
tradisional yang tinggi guci ini dapat difungsikan sebagai interior ruangan,
ritual/adat, dan keperluan rumah tangga.
Saat ini kerajinan guci didaerah ini semakin berkuarang
jumlahnya dari ke-6 tempat produksi hanya tinggal 1 perusahaan keramik yang
masih aktif damam proses pembuatan guci yaitu perusahaan Borneo Lentera Prima
yang dipimpin oleh Bong Lie Phin, menurut pandangan masyarakat secara umum hal
ini terjadi karena kurangnya pengembangan dari beberapa pihak pendukung
khususnya didalam bidang, desain, produksi/teknologi keramik modern dan minat
pasar yang semakin lama semakin menurun. Kerajinan guci Singkawang semakin
terkikis dengan adanya prusahaan keramik dari luar yang telah berkembang
khususnya kualitas keramik dan bentuk keramik, sesuai dengan perkembangan
jaman.
The Ceramic of Singkawang
Dokumentasi: Iwan Pranoto (2015)

Pak Pranoto, saya berterimakasih atas ulasan Bapak;
BalasHapusSemoga akan lebih banyak lagi orang-orang yang peduli budaya dan hasil budaya seperti Bapak Pranoto.
Semoga akan lebih banyak orang berwawasan luas, bersemangat kewirausahawan kreatif dan membangun di Indonesia.
Semoga lebih banyak orang yang mengulas Budaya dan hasil Budaya di Singkawang, dan daerah-daerah lain yang belum banyak diulas; dan demikian mewartakan keberagaman budaya dan khasanah bangsa Indonesia.
Saya punya koleksi beberapa Pottery-Singkawang; dan saya harus katakan Pottery-Singkawang adalah hasil budaya dan hasil tanah Indonesia yg unggul, berkualitas mutu produk dan budaya, dan sangat dapat dikagumi.
Sukses selalu untuk Bapak, dan juga untuk indonesia beserta keberagamannya.