Jumat, 19 Juni 2015

The Ceramics

Guci di sudut Kota Singkawang
Oleh: Iwan Pranoto, S.Pd
Singkawang merupakan kota wisata yang terdapat di Kalimantan Barat. Tempat ini merupakan daerah dimana   mayoritas penduduknya ialah masyarakat etnis tionghoa, mereka memiliki seni budaya yang sangat kental dengan tradisi, namun seiring berjalannya waktu kebudayaan tersebut mulai terkikis oleh perkembangan jaman, salah satu kebudayaan yang masih ada saat ini adalah guci, kerajinan ini merupakan kerajinan yang telah dibuat masyarakat Cina Singkawang sejak Tahun 1933- saat ini meskipun jumlah perajin semakin sedikit yang beroperasi, dikarenakan menurunnya permintaan konsumen di pasar.
Kerajinan guci Cina Singkawang ini memiliki ukuran besar, motif tradisional Cina seperti naga, motif delapan dewa, delapan surat dewa, cemara bangau, bunga jampa, bunga mawar, motif ini merupakan motif yang banyak diproduksi oleh perajin Cina Singkawang. Motif hias pada guci ini memiliki pilosofi tersendiri, yang dianggap mampu membawa berkat terhadap kehidupan manusia bagi yang memiliki guci ini, dikarenakan masyarakat Ci na tradisional mempercayaai makna-makna sebuah symbol kehidupan dimuka Bumi ini.
Bagi kamu yang senang berwisata di Kota Singkawang kamu dapat berkunjung di sentral Keramik, karena masih banyak hal yang bias menjadi pembelajaran dan pengetahuan tentang sebuah kerajinan guci di kota ini. Banyak hal yang unik dapat kamu temui mulai dari proses pembuatan guci yang serba manual seperti pengolahan kayu bakar, bahan baku keramik, pembentukan menggunakan meja putar, penyambungan guci ukuran besar, pembuatan dekorasi/motif, proses pewarnaan menggunakan glasir, pembakaran menggunakan tungku naga, dan proses pembongkaran keramik.
Dunia seni khususnya keramik Singkawang, kerajinan ini memiliki kualitas tanah liat kaolin yang baik, perajin keramik mengambil tanah liat dari daerah Capkala Bengkayang, proses pengambilan bahan baku mengunakan peralatan manual dan kemudian dibawa ke Singkawang untuk diolah menjadi kerajinan keramik berupa guci, vas bunga mangkuk, piring.
Berbicara masalah guci tidak akan pernah ada habisnya, karena guci Cina Singkawang ini diproduksi hampir sepenuhnnya manual mulai dari proses pengolahan pengeringan bahan bakar yang menggunakan bantuan sinar Matahari, potongan kayu besar tersebut dibelah menggunakan kapak, disisi lain lain keunikan pada proses pembentukan yang menggunakan meja putar, kemudian proses penyambungan sehingga guci tersebut menjadi besar sesuai dengan cirri khas guci tradisional Cina, selesai pembentukan guci tersebut kemudian dihias menggunakan teknik menempel, cetak dan ukir pada  bagian badan guci, setelah itu proses pewarnaan yang menggunakan glasir dengan teknik siram pada badan guci, kemudian guci yang sudah diglasir kemudian dikeringkan, setelah kerig kemudian guci-guci tersebut siap untuk di bakar menggunakan tungku naga, hingga selesai dan siap dipasarkan ke konsumen.
Proses pemasaran kerajinan keramik (guci, vas, piring, mangkuk dll) dapat datang secara langsung ke tempat produksi atau ke showroom kerajinan di Singkawang. Guci Singkawang banyak diminati oleh para kolektor dalam Negeri dan Luar Negeri. Kerajinan ini memiliki keunikan dan ciri khas Tempayan Cina yang terdapat pada Koleksi Adam Malik, selain memiliki nilai tradisional yang tinggi guci ini dapat difungsikan sebagai interior ruangan, ritual/adat, dan keperluan rumah tangga.
Saat ini kerajinan guci didaerah ini semakin berkuarang jumlahnya dari ke-6 tempat produksi hanya tinggal 1 perusahaan keramik yang masih aktif damam proses pembuatan guci yaitu perusahaan Borneo Lentera Prima yang dipimpin oleh Bong Lie Phin, menurut pandangan masyarakat secara umum hal ini terjadi karena kurangnya pengembangan dari beberapa pihak pendukung khususnya didalam bidang, desain, produksi/teknologi keramik modern dan minat pasar yang semakin lama semakin menurun. Kerajinan guci Singkawang semakin terkikis dengan adanya prusahaan keramik dari luar yang telah berkembang khususnya kualitas keramik dan bentuk keramik, sesuai dengan perkembangan jaman.
Sebagai bangsa Indonesia, kerajinan keramik di Singkawang merupakan sebuah bentuk warisan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakt Kalimantan Barat, mari kita bersama-sama belajar untuk mengerti dan peduli akan semua ini karena dengan adanya bentuk peninggalan kebudayaan ini yang masih dipegang teguh oleh bangsa kita, menumbuhkan sikap kepemilikin terhadap kebudayaan sendiri merupakan sebuah tujuan hidup kita untuk mengerti akan makna sebuah kehidupan yang telah ada sebelumnya. Kita berharap melalui berbagai kalangan dan golongan masyarakat luas dapat mengerti dan menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap kerajinan guci Cina Singkawang, melalui berbagai macam cara apakah dengan cara berkunjung secara lansung atau melalui kalangan dunia pendidikan dan informasi secara umum tentang wisata keramik Singkawang. Kota ini terasa tidak lengkap bagi siapa saja yang berkunjung jika tidak jalan-jalan ke senteral keramik yang memiliki keunikan dan nilai tradisi Cina, lebih asik loh jika ke Singkawang dengan adanya keramik pasti lebih lengkap.
datang secara langsung ke tempat produksi atau ke showroom kerajinan di Singkawang. Guci Singkawang banyak diminati oleh para kolektor dalam Negeri dan Luar Negeri. Kerajinan ini memiliki keunikan dan ciri khas Tempayan Cina yang terdapat pada Koleksi Adam Malik, selain memiliki nilai tradisional yang tinggi guci ini dapat difungsikan sebagai interior ruangan, ritual/adat, dan keperluan rumah tangga.
Saat ini kerajinan guci didaerah ini semakin berkuarang jumlahnya dari ke-6 tempat produksi hanya tinggal 1 perusahaan keramik yang masih aktif damam proses pembuatan guci yaitu perusahaan Borneo Lentera Prima yang dipimpin oleh Bong Lie Phin, menurut pandangan masyarakat secara umum hal ini terjadi karena kurangnya pengembangan dari beberapa pihak pendukung khususnya didalam bidang, desain, produksi/teknologi keramik modern dan minat pasar yang semakin lama semakin menurun. Kerajinan guci Singkawang semakin terkikis dengan adanya prusahaan keramik dari luar yang telah berkembang khususnya kualitas keramik dan bentuk keramik, sesuai dengan perkembangan jaman.


The Ceramic of Singkawang

 
Dokumentasi: Iwan Pranoto (2015)